News

Via Vallen, Melawan Pelecehan & Mengubah Stigma

Via Vallen kembali menjadi perbincangan, terutama, para netizen yang menganggap dirinya maha benar. Namun kali ini bukan karena lagunya yang hits dengan viewers seabrek, melainkan karena pelecehan seksual yang dialaminya.

Kejadian bermula pada Senin (4/6/2018), Via Vallen membagikan kekesalannya melalui InstaStories karena direct message seorang pesepak bola kepadanya yang menjurus ke pelecehan. InstaStories yang dibagikan Via Vallen ternyata dibaca oleh pesepak bola tersebut dan kembali mengirimkan pesan melalui direct message kepada Via Vallen. Beberapa percakapan dengan sedikit argumentasi antara Via Vallen dan pesepak bola tersebut pun terjadi. Meskipun mempublish-nya, namun Via Vallen tetap tahu batasan dengan mengaburkan identitas sang pelaku.

Tak lama, para netizen yang menjadi pengikut Via Vallen di Instagram pun langsung bereaksi. Banyak yang pro dan ada pula yang kontra. Tak sedikit juga netizen yang langsung mengaitkannya dengan Marko Simic seorang striker asal Kroasia yang kini bermain untuk Persija. Hal itu karena Marko Simic sebelumnya bertemu dengan Via Vallen saat konser Launching Liga 1 yang ditayangkan salah satu Stasiun TV Swasta, pada 19 Maret 2018.

Bagi orang-orang yang berpikir luas, apa yang dilakukan Via Vallen adalah suatu keberanian, kemajuan sekaligus hal yang mampu mengubah mindset dan stigma keliru yang sudah terbangun selama ini. Namun sayang, langkah Via Vallen tak kompak diimbangi dengan celaan yang dilontarkan sebagian netizen yang entah mencela dengan dasar pemikiran apa.

Foto yang diposting oleh Via Vallen terkait persoalan ini pada Selasa (5/6/2018), sudah dibanjiri sebanyak 42.964 komentar. Sebagian di antaranya justru mencela Via Vallen.

“Uhhhhh, gpp seh. Kan pemain bolanya juga ganteng cyiiiin.”

“Aku sih gak setuju sama sikap Via Vallen yang ngepublish. Kalau yang ngeDM itu orang biasa, apa dia masih akan publish? My point is, dia gak permalukan Via di depan umum kok, kenapa Via harus permalukan orang itu? Kalau emang gak suka, ya bilang langsung ke orangnya. Gak usah publish. Biar apa? Biar dunia tahu kalau Via digodain pemain bola ganteng?”

“Perempuan, terbuka, bernyanyi, berlenggak-lenggok, kemudian digoda. Jadi? Silakan simpulkan dengan nalar dan hati sehat.”

Sebagian netizen malah mencela dengan komentar yang masih menunjukkan jika ke depan angka pelecehan seksual di Indonesia masih tinggi. Ironisnya, dominan yang mencela langkah Via Vallen adalah sesama wanita. Hal ini memberi bukti jika masyarakat Indonesia masih menganggap pelecehan seksual adalah hal yang wajar, sekaligus stigma terhadap korban yang melawan pelecehan seksual masih dianggap tabu bahkan negatif.

Langkah berani Via Vallen membagikan pengalamannya yang mengalami pelecehan seksual patut diapresiasi. Meskipun banyak yang menganggapnya berlebihan karena tak mengalami secara langsung, namun pada dasarnya tak boleh ada toleransi terhadap pelecehan seksual dalam bentuk apapun.

Di sisi lain, ada hal yang tak penting diperlihatkan oleh Via Vallen, yakni usaha untuk mengubah stigma negatif atas penyanyi dangdut dalam dua dekade terakhir. Tak mudah bagi Via Vallen yang terkenal melalui musik dangdut koplo mendapat apresiasi apalagi kesan positif. Hal ini karena pada pertengahan 1990-an, musik dangdut koplo lahir untuk menemani para pria yang mencari hiburan. Sedangkan kata “koplo” sendiri lahir karena dulu biasanya setiap yang menikmati musik ini sambil menenggak pil koplo.

Apa yang dilakukan oleh Via Vallen jelas adalah sebuah perjuangan untuk mengubah stigma negatif atas ulah para penyanyi-penyanyi sebelumnya. Via Vallen tampil dengan gaya pakaian yang sopan dan bukan goyangan erotis. Via Vallen tak takut kehilangan pamor, ia pun disukai banyak kalangan. Singlenya yang berjudul “Sayang” telah dilihat oleh 154 juta di kanal Youtube miliknya.

Salah satu stasiun televisi swasta, NET. TV, yang dikenal cukup selektif dalam memilih bintang tamu pun menghadirkan Via Vallen dalam acara ulang tahunnya yang ke-5, yakni Indonesia Choice Awards 5.0. Alhasil, hal ini menjadikan Via Vallen sebagai penyanyi dangdut pertama yang diundang dalam acara ini.

Apa yang dialami oleh Via Vallen harusnya bukan menjadikan alasan untuk kita menghinanya. Sebagai seorang pria sejati, seharusnya bisa menempatkan diri sebagai seorang pria yang matang baik tampilan maupun pikiran. Dan sekali lagi, usaha ia untuk mengubah pola pikir negatif atas biduanita dangdut harus terus didukung, ia membuktikan jika dangdut adalah soal musik, bukan soal goyangan yang menantang dan penampilan pakaian yang keterlaluan. Via Vallen berusaha mengembalikan dangdut pada trek semula seperti Rhoma Irama dkk mempopulerkannya dahulu.