Terkini

Warna Alam Dari Cita Tenun Indonesia

Tak pernah ada habisnya jika kita membicarakan kekayaan negeri ini. Berbagai bisa kita kreasikan dari apa yang telah ada di Indonesia, salah satunya warisan budaya kain tenun.

Dari hal itu pula Cita Tenun Indonesia melestarikan tradisi menenun dari para perajin agar dapat dilihat sebagai suatu mahakarya yang telah lama ada. Bertempat di Senayan City, Jakarta, Cita Tenun Indonesia mengadakan pameran kain tenun dengan motif khas dari beberapa daerah di Indonesia.

Pameran yang berlangsung pada 31 Oktober sampai 6 November 2016 ini memamerkan kain tenun dari beberapa daerah, seperti Jembrana Bali, Sulawesi Tenggara dan Jawa Tengah. Tema “Warna Alam” dipilih karena semua kain tenun yang dipamerkan menggunakan bahan alami sebagai pewarna yang merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

tenun2

Rancangan baju berbahan kain tenun karya para desainer Indonesia | Andika Aditia

Pameran tenun ini juga merupakan salah satu program kepedulian kepada para perajin kain tenun yang didukung oleh Uni Eropa.

“Uni Eropa melalui program SWITCH Asia, berkomitmen untuk membantu Indonesia mencapai konsumsi dan produksi berkelanjutan di segala bidang. Hasil karya tenun tangan tradisional Indonesia mendapatkan dukungan kami sehingga produksi tenun dapat memberikan nilai tambah pada warisan budaya bangsa ini,” ucap Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend.

Vincent Guerend mengatakan kepada Lanang Indonesia, program ini telah memberi penghasilan tambahan dan kesejahteraan bagi lebih dari 4.000 penenun nusantara dari Sumatera sampai Nusa Tenggara Timur.

tenun1

Beberapa kain tenun yaang dikreasikan dalam bentuk lain | Andika Aditia

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penenun, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Tenun Indonesia yang sangat eksotis sendiri memiliki 12 teknik pembuatan yakni, tenun ikat lungsi, pakan, pakan tambah, lungsi pakan, sobi, dobi, jacquard, datar, songket, rang rang dan tapestry.

Tak hanya itu, pameran ini juga melibatkan banyak desainer yang mengkreasikan kain tenun dalam banyak benda, seperti selimut, kursi, tas serta koper. Para desainer yang terlibat di antaranya ialah, Koesoemaningsih, Ae Kusna, Ary Juwono, Roland Adam dan Didi Budiardjo.

Semua pihak yang terlibat pun secara aktif memasarkan langsung berbagai produk kain tenun yang dibuat oleh para perajin. Hal itu agar menggenjot minat masyarakat terhadap kain tenun Indonesia.