Olahraga

Zohri, Juara Dunia 100 Meter Dan Harapan Asian Games

Prestasi membanggakan kembali datang dari anak bangsa, Lalu Muhammad Zohri, dengan memenangkan lari 100 meter Putra dalam Kejuaraan Atletik U-20, di Tampere, Finlandia, Kamis (12/7/2018). Kemenangan Zohri menjadi koleksi medali emas pertama Indonesia selama mengikuti ajang ini.

Zohri yang masih berusia 18 tahun berhasil mengungguli dua pelari Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, dengan raihan waktu 10,18 detik (dengan percepatan angin searah pelari 1,2 meter/detik). Sedangkan pelari Amerika Serikat mencatatkan torehan waktu 10,22 detik.

Dengan kemenangan Zohri tentu membuat ia menjadi pelari Indonesia pertama yang berhasil memenangi ajang tersebut. Situs resmi Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF) mencatatkan, dalam 32 tahun sejarah kejuaraan tersebut, penampilan terbaik atlet Indonesia adalah finis di posisi ke-8 pada 1986.

Tentu kemenangan Zohri membuat Indonesia cukup diperhitungkan dalam dunia olahraga atletik. Terlebih pada awal tahun ini Zohri juga menjadi juara lari 100 meter U-20 tingkat Asia. Dalam menjalani babak penyisihan Kejuaraan Atletik Dunia U-20, Zohri terlihat percaya diri, hal itu ditunjukkan dari catatan waktu 10,30 detik saat penyisihan, lalu finis di urutan kedua pada semifinal dengan catatan waktu 10,24 detik.

Lalu Muhammad Zohri secara otomatis akan menjadi harapan sekaligus kepercayaan diri baru Indonesia dalam menghadapi Asian Games 2018, khususnya dalam cabang atletik. Zohri merupakan atlet asal NTB yang akan diproyeksikan untuk tampil di Asian Games 2018 pada nomor estafet 4x100 meter Putra.

Sangat wajar bila masyarakat Indonesia menaruh harapan besar kepada Zohri untuk kembali menyabet emas saar perhelatan Asian Games. Namun laju Zohri tak mudah, tercatat, pelari asal Qatar, Femi Ogunade yang menjuarai Asian Games 2014 mencatatkan rekor 09,93 detik. Hal itu juga menjadikan Femi sebagai pelari tercepat di Asia.

Di satu sisi besarnya harapan kepada Zohri juga bisa menjadi beban tersendiri. Setidaknya kita yang semangat mendukung dan menaruh harapan pada Zohri harus lapang jika nyatanya Zohri belum memberikan hasil maksimal.